dikit demi dikit
siang pergi malam menghimpit.
camar pulang hilang bingit
resah pak tani hidup terhimpit
rezeki sekadar beras sekampit
dikongsi bersama kawanan sang pipit
lalu terus lalu
siang beredar malam bertalu
unggas membisu pulang beradu
pilu nelayan memburu waktu
gundah gulana tidak menentu
menunggu siang yang lagi satu
tertanya aku mengapa kenapa
siang beransur malam menyapa
ketentuan Ilahi usah diduga
ada cahaya sebalik gelita
ada suka di balik nestapa
ada hikmah sebalik derita
*nazimchee bermonolog
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment